<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Berita Religi - Berita Timur Tengah, Analisis dan Opini, Berita Sosial, Ekonomi, Geopolitik Nasional dan Internasional - Resistensia.org</title>
	<atom:link href="https://resistensia.org/religi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://resistensia.org/religi/</link>
	<description>Lawan Penindasan Dengan Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jan 2018 00:08:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://resistensia.org/wp-content/uploads/2015/12/cropped-resistensia-icon-88x88.png</url>
	<title>Berita Religi - Berita Timur Tengah, Analisis dan Opini, Berita Sosial, Ekonomi, Geopolitik Nasional dan Internasional - Resistensia.org</title>
	<link>https://resistensia.org/religi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82706611</site>	<item>
		<title>Kenapa Hizbut Tahrir Tak Berhak Mengklaim Hadis Khilafah ‘Ala Manhaj Al-Nubuwwah</title>
		<link>https://resistensia.org/opini/kenapa-hizbut-tahrir-tak-berhak-mengklaim-hadis-khilafah-ala-manhaj-al-nubuwwah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:08:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[eskatologi]]></category>
		<category><![CDATA[hizbut tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[hti]]></category>
		<category><![CDATA[sufyani]]></category>
		<category><![CDATA[yamani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=1110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada kesempatan kali ini, saya tak hendak membahas secara detail eskatologi akhir zaman dan kemunculan Imam Mahdi. Karena jika bicara detail, sudah tentu saya akan menjadi orang yang sok tau mengenai geopolitik Timur Tengah dan peta konfliknya. Saya hanya akan membahas eskatologi Islam. Tapi, kali ini saya tidak akan membahas dari riwayat-riwayat Ahlussunnah ansich, tapi [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/opini/kenapa-hizbut-tahrir-tak-berhak-mengklaim-hadis-khilafah-ala-manhaj-al-nubuwwah/">Kenapa Hizbut Tahrir Tak Berhak Mengklaim Hadis Khilafah ‘Ala Manhaj Al-Nubuwwah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Saat Muslim Mulai Menganggap Anjing Kotor dan Jahat</title>
		<link>https://resistensia.org/opini/saat-muslim-mulai-menganggap-anjing-kotor-dan-jahat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Resistensia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2017 23:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam perspektif Islam pada umumnya, begitu juga dalam perspektif Yudaisme, anjing dinilai kotor. Pemikiran demikian berakar pada tradisi panjang yang menganggap bahwa bahkan dengan keberadaan anjing disekitar seseorang muslim yang sedang sholat saja, maka sholatnya tidak akan diterima olehNya. Seperti halnya miskonsepsi pada beberapa aspek sejarah Islam lainnya, pada masa sekarang ini baik muslim maupun [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/opini/saat-muslim-mulai-menganggap-anjing-kotor-dan-jahat/">Saat Muslim Mulai Menganggap Anjing Kotor dan Jahat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batik atau Jubah, Manakah yang Islami?</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/batik-atau-jubah-manakah-yang-islami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2017 01:39:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jubah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Benarkah jubah itu lebih baik daripada batik? Tidakkah orang yang mengatakan statement tersebut mengetahui istilah syuhrah dalam literatur Islam? Bukankah Imam Suyuthi, Abu Malik Kamal, Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, al-Bukhari, Ibrahim al-Nakha’i, dan para ulama mengajarkan agar setiap orang memakai pakaian lokalnya untuk beribadah? Mari kita telusuri secara singkat saja. Dalam 7 Book of [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/batik-atau-jubah-manakah-yang-islami/">Batik atau Jubah, Manakah yang Islami?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Ulama-Ulama Homoseksual</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/menyoal-ulama-ulama-homoseksual/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2017 00:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[homoseksual]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=781</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejujurnya, saya tidak merasa heboh saat membaca artikel berjudul Ulama-Ulama Homoseksual yang ditulis oleh Dr. Mun’im Sirri. Bagi saya, orang boleh berkata apa saja, asal ada dasarnya. Yang menjadi masalah adalah bahwa artikel yang katanya ilmiah itu menurut saya tidak ilmiah, karena konklusi-konklusinya diambil dari bukti-bukti yang sangat minim dan sederhana. Memang, saat di Aliyah [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/menyoal-ulama-ulama-homoseksual/">Menyoal Ulama-Ulama Homoseksual</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">781</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kajian al-Quran-Hadis: Jihad Tidak Harus Qitâl</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/jihad-tidak-harus-qital-kajian-al-quran-hadis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2017 01:47:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=775</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ajaran pokok agama Islam adalah “tidak ada paksaan di dalam agama” (lâ ikrâha fi al-dīn). Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Qs. al-Baqarah: 256, Qs. Yunus: 99, Qs. al-Syuara’: 3 dan 4. Ini adalah nash muhkam dan tidak dimansukh juga dimakhsush. Yang dimaksud dengan makhsush adalah sebuah ayat atau hadis yang pembahasannya dikhususkan, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/jihad-tidak-harus-qital-kajian-al-quran-hadis/">Kajian al-Quran-Hadis: Jihad Tidak Harus Qitâl</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">775</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Al-Quran dan Sunnah Saja, Cukupkah?</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/al-quran-dan-sunnah-saja-cukupkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2017 15:08:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang yang hafal 100 ribu hadis, plus hafal ayat-ayat al-Quran beserta nasikh-mansukh-nya, am&#8217; khas-nya, muthlaq muqayyad-nya, mafhum manthuq-nya, perbandingan antar berbagai tafsirnya, asbabunnuzul-nya, dan seterusnya dan seterusnya, bisa saja dia mengklaim &#8220;kembali kepada al-Quran dan Hadis&#8221;. Padahal, dia menggali nash al-Quran memakai metodologi ijtihad juga, seberbeda apa pun caranya dengan metodologi ijtihad madzhab-madzhab mu&#8217;tabar. Berbeda [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/al-quran-dan-sunnah-saja-cukupkah/">Al-Quran dan Sunnah Saja, Cukupkah?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Utopia Negara Islam di Negara Islami</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/utopia-negara-islam-di-negara-islami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2017 12:24:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[negara Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membahas masalah apakah Indonesia ini negara sekuler atau negara Islam itu menarik; karena seharusnya memang setiap orang mengerti konsep negara dalam Islam itu tidak pernah disebut secara harfiah (dalalah lafdziyyah), melainkan adalah isyarat-isyarat atau yang kita sebut sebagai dalalah ghayr lafdziyyah. Mengenai ini, al-Quran menyebutkan hal-hal seperti menjalankan hukum pidana Islam seperti yang tertera dalam [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/utopia-negara-islam-di-negara-islami/">Utopia Negara Islam di Negara Islami</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kronologi Lahirnya Para Teroris</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/kronologi-lahirnya-para-teroris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 May 2017 08:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[wahabisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terorisme telah banyak membuat masyarakat menderita; yang muslim maupun yang bukan; Arab maupun non-Arab. Terorisme telah menjadi fenomena global yang menguras sumber daya dan energi. Terorisme telah banyak menjatuhkan korban, baik korban mati maupun yang menjadi pengungsi dan orang-orang terlantar. Terorisme jelas lahir dari cara berpikir radikal dan kejiwaan yang emosional; mereka membenci hidup dan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/kronologi-lahirnya-para-teroris/">Kronologi Lahirnya Para Teroris</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dalil Nasionalisme Dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/dalil-nasionalisme-dalam-al-quran-dan-sunnah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 May 2017 05:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[tanah air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cinta tanah air adalah salah-satu dari hal yang alami bagi manusia. Pembawaan manusia adalah mencintai tempat dimana mereka tumbuh di dalamnya. Biasanya, manusia menginginkan tempatnya lahir dan tumbuh itu menjadi tempatnya menua dan menghabiskan hidupnya. Makanya, tidak aneh jika manusia mencintai negaranya setengah mati. Cinta tanah air itu memiliki hubungan langsung dengan agama dan iman. [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/dalil-nasionalisme-dalam-al-quran-dan-sunnah/">Dalil Nasionalisme Dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">702</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Da&#8217;i Opinioner dan Rumitnya Ilmu Hadis</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/dai-opinioner-dan-rumitnya-ilmu-hadis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 May 2017 00:45:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Ali bin Abi Thalib]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[nisfu syaban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dunia sekarang ini benar-benar telah dikuasai oleh opini. Saking merajalelanya opini, bahkan fakta pun didominasi oleh fakta opini. Artinya, siapa pun yang tega melemparkan opini-opini, walau tak berdasar sekalipun, akan dianggap sebagai pembawa fakta, bahkan kebenaran. Hal ini terjadi tidak hanya di dunia politik, tapi—bahkan—di dalam lembaga keagamaan, dalam hal ini Islam. Para pelempar opini [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/dai-opinioner-dan-rumitnya-ilmu-hadis/">Da&#8217;i Opinioner dan Rumitnya Ilmu Hadis</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">689</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantahan Nisfu Sya&#8217;ban Mengada-Ada Bachtiar Nasir</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/bantahan-nisfu-syaban-mengada-ada-bachtiar-nasir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2017 22:20:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[bachtiar nasir]]></category>
		<category><![CDATA[nisfu syaban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menonton pengajian Bachtiar Nasir (BN) di YouTube saya terkaget-kaget; bagaimana mungkin amalan Nisyfu Sya’ban dikatakan sebagai amalan yang mengada-ada alias bid’ah? Ini seperti mengatakan bahwa BN telah melakukan penelitian super hebat, yang merambah seluruh literatur Islam dari berbagai madzhab. Jika benar demikian, seharusnya BN telah menghasilkan tulisan mencerahkan yang mampu meyakinkan masyarakat mengenai apa yang [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/bantahan-nisfu-syaban-mengada-ada-bachtiar-nasir/">Bantahan Nisfu Sya&#8217;ban Mengada-Ada Bachtiar Nasir</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">684</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Panggil Istri dengan Mama, Bolehkah?</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/panggil-istri-dengan-mama-bolehkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2017 05:21:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=620</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi-pagi ada yang bertanya mengenai pengharaman suami memanggil istrinya dengan kata &#8220;mama&#8221; oleh al-Ustadz al-Artis Teuku Wisnu, dalam acara Berita Islami. Karena panggilan &#8220;mama&#8221; dari suami untuk istri itu, menurut al-Ustadz, adalah termasuk dzihar. Oh wow&#8230; sumpeh lu? Sesungguhnya ini adalah masalah remeh bagi para santri. Membahasnya tidak memerlukan ilmu alat atau ilmu analisa. Juga [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/panggil-istri-dengan-mama-bolehkah/">Panggil Istri dengan Mama, Bolehkah?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">620</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/membahas-hadis-keturunan-fatimah-diharamkan-neraka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2017 10:36:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[habaib]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artikel ini umumnya akan memakai rujukan Syiah ahlul bayt. Namun begitu, justru pada dalil utama, yaitu pada hadis “Inna Faathimah ahshanat farjaha faharramallahu dzurriyyatahu ‘ala al-naar”, diriwayatkan oleh belasan ulama Sunni yang mu’tabar seperti al-Suyuthi, al-Tabari, al-Dar Quthni, dan seterusnya. Juga dalam riwayat kemaksuman ahlul bayt dalam Qs. Al-Ahzab ayat 33 yang secara masif diriwayatkan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/membahas-hadis-keturunan-fatimah-diharamkan-neraka/">Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">605</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 81/179 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Minified using Disk
Database Caching 5/15 queries in 0.005 seconds using Disk

Served from: resistensia.org @ 2026-04-23 17:27:02 by W3 Total Cache
-->