<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Berita Nasional - Berita Timur Tengah, Analisis dan Opini, Berita Sosial, Ekonomi, Geopolitik Nasional dan Internasional - Resistensia.org</title>
	<atom:link href="https://resistensia.org/nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://resistensia.org/nasional/</link>
	<description>Lawan Penindasan Dengan Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jul 2017 03:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://resistensia.org/wp-content/uploads/2015/12/cropped-resistensia-icon-88x88.png</url>
	<title>Berita Nasional - Berita Timur Tengah, Analisis dan Opini, Berita Sosial, Ekonomi, Geopolitik Nasional dan Internasional - Resistensia.org</title>
	<link>https://resistensia.org/nasional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82706611</site>	<item>
		<title>Krisis Demokrasi atau Akal Sehat?</title>
		<link>https://resistensia.org/politik/krisis-demokrasi-atau-akal-sehat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Acin Muhdor]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2017 03:39:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[perppu ormas]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sobat, saya mau cerita sedikit, tentang sebuah narasi, yang mungkin sebagian di antara sobat pernah membacanya, atau setidaknya, pernah mengiyakan atau mungkin juga sempat hadir dalam diskusi-diskusi ilmiah tentang ini. Cerita itu tak mengalir seperti kisah A Song of Ice and Fire atau The Lord of the Ring. Cerita itu justru menyumbat sendi-sendi &#8220;dissolve to&#8221; [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/politik/krisis-demokrasi-atau-akal-sehat/">Krisis Demokrasi atau Akal Sehat?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kajian al-Quran-Hadis: Jihad Tidak Harus Qitâl</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/jihad-tidak-harus-qital-kajian-al-quran-hadis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2017 01:47:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=775</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ajaran pokok agama Islam adalah “tidak ada paksaan di dalam agama” (lâ ikrâha fi al-dīn). Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Qs. al-Baqarah: 256, Qs. Yunus: 99, Qs. al-Syuara’: 3 dan 4. Ini adalah nash muhkam dan tidak dimansukh juga dimakhsush. Yang dimaksud dengan makhsush adalah sebuah ayat atau hadis yang pembahasannya dikhususkan, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/jihad-tidak-harus-qital-kajian-al-quran-hadis/">Kajian al-Quran-Hadis: Jihad Tidak Harus Qitâl</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">775</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Utopia Negara Islam di Negara Islami</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/utopia-negara-islam-di-negara-islami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2017 12:24:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[negara Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membahas masalah apakah Indonesia ini negara sekuler atau negara Islam itu menarik; karena seharusnya memang setiap orang mengerti konsep negara dalam Islam itu tidak pernah disebut secara harfiah (dalalah lafdziyyah), melainkan adalah isyarat-isyarat atau yang kita sebut sebagai dalalah ghayr lafdziyyah. Mengenai ini, al-Quran menyebutkan hal-hal seperti menjalankan hukum pidana Islam seperti yang tertera dalam [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/utopia-negara-islam-di-negara-islami/">Utopia Negara Islam di Negara Islami</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kronologi Lahirnya Para Teroris</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/kronologi-lahirnya-para-teroris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 May 2017 08:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[wahabisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terorisme telah banyak membuat masyarakat menderita; yang muslim maupun yang bukan; Arab maupun non-Arab. Terorisme telah menjadi fenomena global yang menguras sumber daya dan energi. Terorisme telah banyak menjatuhkan korban, baik korban mati maupun yang menjadi pengungsi dan orang-orang terlantar. Terorisme jelas lahir dari cara berpikir radikal dan kejiwaan yang emosional; mereka membenci hidup dan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/kronologi-lahirnya-para-teroris/">Kronologi Lahirnya Para Teroris</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Identitas, Agama dan Teror</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/identitas-agama-dan-teror/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Supriansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2017 07:25:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada sebuah film soal heroisme yang menarik baru saja tayang di layar lebar, Hacksaw Ridge judul film tersebut. Menceritakan seorang yang sangat agamis namun tercebur dalam suasana perang sebab keinginannya mengabdi pada negara pada saat itu. Di satu sisi film ini memanglah sangat menarik karena kita bisa melihat sisi persinggungan antara agama yang melembutkan manusia [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/identitas-agama-dan-teror/">Identitas, Agama dan Teror</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">731</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antara Teror dan Welas Asih</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/antara-teror-dan-welas-asih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dina Sulaeman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2017 11:17:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aksi-aksi bom bunuh diri seolah dianggap ‘lazim’ dilakukan oleh para teroris berlabel Islam di berbagai negara, mulai dari Timur Tengah, Eropa, hingga Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, dunia disuguhi rekaman film dan foto berisi parade kebencian yang akut hingga ke level yang paling mengerikan, seperti menggorok leher, mutilasi mayat, dan bom bunuh diri yang disambut [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/antara-teror-dan-welas-asih/">Antara Teror dan Welas Asih</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dalil Nasionalisme Dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/dalil-nasionalisme-dalam-al-quran-dan-sunnah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 May 2017 05:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[tanah air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cinta tanah air adalah salah-satu dari hal yang alami bagi manusia. Pembawaan manusia adalah mencintai tempat dimana mereka tumbuh di dalamnya. Biasanya, manusia menginginkan tempatnya lahir dan tumbuh itu menjadi tempatnya menua dan menghabiskan hidupnya. Makanya, tidak aneh jika manusia mencintai negaranya setengah mati. Cinta tanah air itu memiliki hubungan langsung dengan agama dan iman. [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/dalil-nasionalisme-dalam-al-quran-dan-sunnah/">Dalil Nasionalisme Dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">702</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Negara Surga yang Dikepung Stagnasi Modernisme</title>
		<link>https://resistensia.org/opini/negara-surga-yang-dikepung-stagnasi-modernisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2017 19:07:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[sumber daya alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=654</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti seorang nenek yang latah, negara kita bergerak secara masif dalam bidang ekonomi seperti orang-orang Eropa dan Amerika bergerak. Kita—bersama-sama mereka—sedang berbondong-bondong meramaikan modernisme dan kapitalisme via eksploitasi sumber-sumber daya alam. Ironisnya, yang lebih banyak mengekploitasi adalah para investor luar negeri, sedangkan yang diekploitasi (dirusak) adalah alam kita. Suatu saat di pasar Venesia, orang-orang Eropa berebut [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/opini/negara-surga-yang-dikepung-stagnasi-modernisme/">Negara Surga yang Dikepung Stagnasi Modernisme</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ironi Kendeng Pada Bangsa Tidak Gendeng</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/ironi-kendeng-pada-bangsa-tidak-gendeng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2017 06:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[karst]]></category>
		<category><![CDATA[kendeng]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik semen]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=647</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menanggapi kasus Kendeng (yang kini telah memakan korban jiwa), pada tanggal 2 Agustus 2016, Presiden Jokowi memerintahkan penundaan semua izin tambang di Pegunungan Kendeng. Lalu tanggal 5 Oktober 2016, Mahkamah Agung mengeluarkan Putusan Peninjauan Kembali Nomor 99 PK/TUN/2016 yang mengabulkan gugatan petani Kendeng dan mencabut Izin Lingkungan Pembangunan dan Pertambangan Pabrik PT Semen Indonesia di [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/ironi-kendeng-pada-bangsa-tidak-gendeng/">Ironi Kendeng Pada Bangsa Tidak Gendeng</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">647</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka</title>
		<link>https://resistensia.org/religi/membahas-hadis-keturunan-fatimah-diharamkan-neraka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2017 10:36:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[habaib]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artikel ini umumnya akan memakai rujukan Syiah ahlul bayt. Namun begitu, justru pada dalil utama, yaitu pada hadis “Inna Faathimah ahshanat farjaha faharramallahu dzurriyyatahu ‘ala al-naar”, diriwayatkan oleh belasan ulama Sunni yang mu’tabar seperti al-Suyuthi, al-Tabari, al-Dar Quthni, dan seterusnya. Juga dalam riwayat kemaksuman ahlul bayt dalam Qs. Al-Ahzab ayat 33 yang secara masif diriwayatkan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/religi/membahas-hadis-keturunan-fatimah-diharamkan-neraka/">Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">605</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bodohnya Tafjir Intihari</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/bodohnya-tafjir-intihari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoiron Mustafit Alwie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2016 10:48:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[tafjir intihari]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://resistensia.org/?p=585</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu tafjir intihari? Tafjir intihari adalah istilah bom bunuh diri dalam bahasa Arab. Saya tidak terlalu menyalahkan orang-orang yang merasa bahwa melakukan bom bunuh diri itu adalah jihad. Mungkin ustadz-ustadz gilanya mengajarkan hukum halalnya bom bunuh diri itu, kemudian mereka menunjukkan dalil Google, bahkan dari halaman 1 sampai 5, yang menunjukkan bahwa para ulama [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/bodohnya-tafjir-intihari/">Bodohnya Tafjir Intihari</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">585</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolonialisme yang Diundang</title>
		<link>https://resistensia.org/nasional/kolonialisme-yang-diundang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Resistensia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2016 16:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[freeport]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://resistensia.org/?p=530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Indonesia yang berdaulat dan mendapat mandat publik, membiarkan dirinya berlarut-larut berunding dengan sebuah perusahaan swasta seperti Freeport yang privat. Ini seperti mengulang apa yang dilakukan kerajaan-kerajaan Nusantara yang agung, yang memposisikan dirinya hanya setara dengan sebuah kongsi dagang bernama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), dan terjerat dalam setidaknya 1.000 jenis perjanjian dalam kurun waktu hampir [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/nasional/kolonialisme-yang-diundang/">Kolonialisme yang Diundang</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">530</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jangan Meremehkan Perasaan Dikalahkan</title>
		<link>https://resistensia.org/opini/jangan-meremehkan-perasaan-dikalahkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khairun Fajri Arief]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2016 08:05:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[esktrimisme]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[radikalisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://resistensia.org/?p=520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin saya memang harus belajar lebih banyak untuk membangun empati yang lebih kepada orang-orang yang saya sebut selama ini dengan Ekstremis itu. Sebutan itu sendiri tendensinya agak negatif, tentu saja agak sedikit berorientasi membelah persepsi menjadi &#8220;Saya VS Dia&#8221; dan tidak sepenuhnya tepat. Sebagai disclosure, orang-orang yang saya sebut ekstremis itu tidak sepenuhnya orang-orang kasar [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/opini/jangan-meremehkan-perasaan-dikalahkan/">Jangan Meremehkan Perasaan Dikalahkan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">520</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beras Papua Rasa Amerika</title>
		<link>https://resistensia.org/opini/beras-papua-rasa-amerika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Resistensia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2016 09:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://resistensia.org/?p=369</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kedutaan Besar RI di Washington, AS men-tweet acara pertemuan Bupati dan mantan Bupati Merauke dengan kelompok yang menamakan diri &#8220;Indonesian Diaspora Academics USA&#8221; (akademisi Indonesia yang tinggal di Amerika). Para pakar itu mempresentasikan konsep &#8220;sawah tekno sejuta hektar&#8221;. Sebuah ide yang sudah digagas sejak era Presiden SBY dengan bendera MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://resistensia.org/opini/beras-papua-rasa-amerika/">Beras Papua Rasa Amerika</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://resistensia.org">Resistensia.org</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">369</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 46/259 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Minified using Disk
Database Caching 5/17 queries in 0.005 seconds using Disk

Served from: resistensia.org @ 2026-04-23 17:26:56 by W3 Total Cache
-->